Mengenal sejarah, kepemimpinan, kearifan lokal, serta aksesibilitas menuju jantung Desa Korololaki di Morowali Utara.
Berdasarkan informasi dari Orang-orang Tua Tokoh Masyarakat Desa Korololaki menceritakan bahwa Desa Korololaki merupakan Desa yang pertama ada di sekitar Teluk Tomori sebelum Bangsa Belanda masuk di wilayah Tanah Mori tahun 1907 diperkirakan Desa Korololaki dibangun 20 tahun sebelum Belanda masuk, sehingga bila dihitung mundur dari tahun 1907 kurang lebih tahun 1887.
Orang-orang Mori yang pertama kali datang di daerah ini adalah anak Suku Moiki yang kemudian diabadikan oleh orang Belanda Teluk Tolo sebagai Teluk Tomoiki diikuti oleh Suku Ngusumbatu dan suku-suku Mori lainnya serta suku lain dari luar Sulawesi Tengah seperti suku Tolaki, Buton, dll. Konon ceritanya orang yang pertama kali menemukan wilayah Desa Korololaki melihat seekor ayam jantan dihulu sungai Korololaki yaitu perpaduan antara kata Koro (Sungai) dan Laki (Ayam Jantan), hal ini diinspirasikan pula keberadaan suku Tolaki yang membantu orang-orang Mori berperang melawan orang-orang Wana ketika itu. Dari cerita tersebut diatas dapat dipastikan bahwa pada saat orang Belanda membangun Kolonodale desa Korololaki sudah berpenghuni dengan penduduk orang-orang suku Moiki dan Ngusumbatu sehingga bahasa pengantar yang digunakan diDesa Korololaki didominasi oleh bahasa Moiki dan Ngusambatu.
Saba Mortara memiliki kekayaan alam hayati yang melimpah, terbentang dari perbukitan cengkeh hingga perairan pesisir Teluk Solor yang kaya hasil laut.
Daratan & Pesisir Pantai
Ketinggian 0 - 350 mdpl
Sebagai salah satu daerah penyokong kebutuhan rempah dan pangan di Morowali Utara, desa kami menghasilkan beberapa komoditas andalan:
Merupakan hasil bumi terbesar dari perkebunan rakyat di wilayah perbukitan Saba Mortara, menyumbang pendapatan utama bagi 60%% KK desa.
Rempah aromatik bernilai tinggi yang dikelola secara turun-temurun oleh kelompok tani desa dan dipasarkan ke luar daerah.
Perkebunan kelapa pesisir menghasilkan kopra berkualitas tinggi secara berkala untuk didistribusikan ke pabrik pengolahan minyak kelapa.
Meliputi tangkapan ikan kembung, tuna kecil, dan kerapu segar oleh nelayan lokal yang langsung mensuplai pasar ikan kecamatan setiap hari.
Panduan arah tata kelola pemerintahan desa dalam mewujudkan pelayanan publik modern yang berpijak pada kemandirian pangan dan kearifan lokal.
Mewujudkan pemerintahan desa yang profesional, transparan, akuntabel, bebas dari korupsi, serta meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kepada masyarakat melalui inovasi dan digitalisasi pelayanan.
Melanjutkan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur desa, penyediaan air bersih, pengembangan kawasan permukiman, serta pembangunan rumah layak huni berdasarkan skala prioritas untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian, perikanan, industri rumah tangga, pariwisata desa, serta optimalisasi peran BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang inovatif dan berdaya saing.
Membangun masyarakat yang sehat, cerdas, dan berkarakter melalui peningkatan layanan kesehatan, penguatan lembaga adat, pelestarian budaya lokal, peningkatan mutu pendidikan, penguatan kerukunan umat beragama, serta kolaborasi dengan berbagai pihak demi kemajuan desa.
Sinergi aparatur desa dalam melayani kebutuhan administratif dan memajukan perekonomian desa secara transparan.
Gambaran sebaran populasi dan mata pencaharian pokok warga masyarakat Desa Saba Mortara.
Temukan lokasi fisik Kantor Desa Korolo untuk mempermudah koordinasi tatap muka dan pengurusan administrasi langsung.