KOROLOLAKI, PETASIA – Pemerintah Desa Korololaki, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara, terus berkomitmen dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan memajukan sektor pertanian lokal. Berdasarkan data pemetaan tata kelola lahan terbaru, desa ini mencatatkan total luas lahan pertanian dan perkebunan produktif sebesar 25,5 Hektar (Ha).
Lahan produktif ini merupakan tulang punggung perekonomian desa yang saat ini dikelola secara aktif oleh 82 Kepala Keluarga (KK) yang berprofesi sebagai petani. Data statistik ini tidak hanya menunjukkan kekayaan alam Desa Korololaki, tetapi juga menggambarkan tingginya dedikasi masyarakat dalam sektor agraris.
Rincian Distribusi Pemanfaatan Lahan
Pemanfaatan lahan di Desa Korololaki menunjukkan tingkat diversifikasi komoditas yang sangat baik. Petani tidak hanya bergantung pada satu jenis tanaman, melainkan membaginya ke dalam beberapa sektor perkebunan dan pertanian semusim. Berikut adalah rincian statistik tata kelola lahan berdasarkan komoditas yang ditanam:
Durian dan Kelapa (10 Ha): Mendominasi penggunaan lahan, perkebunan campuran durian dan kelapa menjadi komoditas dengan area terluas. Hal ini menunjukkan potensi besar desa sebagai penghasil buah lokal dan kopra di masa depan.
Kebun Kakao (6,5 Ha): Sebagai salah satu komoditas ekspor unggulan di Sulawesi Tengah, kakao menempati urutan kedua terluas. Perkebunan ini menjadi sumber pendapatan jangka panjang yang krusial bagi warga.
Pala (4,5 Ha): Tanaman rempah bernilai ekonomis tinggi ini juga mendapat porsi lahan yang signifikan, membuktikan bahwa petani desa memiliki visi strategis dalam memilih komoditas bernilai jual tinggi di pasaran.
Kelapa Sawit (2,5 Ha): Meski bukan mayoritas, kehadiran kelapa sawit menunjukkan adanya partisipasi warga dalam industri minyak nabati yang permintaannya terus stabil.
Jagung (2 Ha): Untuk menjaga ketahanan pangan dan mendapatkan hasil panen dalam jangka waktu singkat (tanaman semusim), warga juga mendedikasikan lahannya untuk budidaya jagung.
Analisis Sosial Ekonomi Pertanian
Dengan total luasan lahan 25,5 Ha yang digarap oleh 82 KK, secara statistik rata-rata setiap keluarga tani mengelola sekitar 0,31 Hektar lahan produktif. Angka ini mengindikasikan bahwa pemerataan akses lahan pertanian di Desa Korololaki cukup baik, di mana sebagian besar keluarga memiliki sumber penghidupan mandiri dari tanah mereka sendiri.

Namun, luasan rata-rata ini juga memberikan gambaran bahwa model pertanian yang diterapkan adalah pertanian skala kecil hingga menengah. Oleh karena itu, strategi ke depan yang perlu didorong oleh Pemerintah Desa dan instansi terkait adalah intensifikasi pertanian yakni upaya peningkatan hasil panen tanpa harus memperluas lahan, misalnya melalui pemberian bantuan pupuk berkualitas, pelatihan penyuluhan pertanian, serta pemilihan bibit unggul.
Langkah Strategis ke Depan
Publikasi data tata kelola lahan ini merupakan wujud transparansi Pemerintah Desa Korololaki dalam menyajikan data statistik desa yang akurat. Ke depannya, data ini akan dijadikan landasan utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan desa, termasuk penyaluran bantuan sarana dan prasarana pertanian agar tepat sasaran.
Pemerintah Desa berharap, dengan adanya pencatatan yang sistematis, kesejahteraan 82 KK petani di Desa Korololaki dapat terus meningkat dan desa ini dapat dikenal sebagai salah satu lumbung komoditas perkebunan terbaik di Kecamatan Petasia.